Rabu, 05 Oktober 2016

Asuhan Kehamilan

Pengertian dan Filosofi Asuhan Kehamilan

      Pengertian Asuhan Kehamilan
            Kehamilan merupakan suatu fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu. Kehamilan dibagi dalam 3 trimester, dimana trimester satu berlangsung dalam 12 minggu, trimester kedua 15 minggu (minggu ke-13 hingga ke-27), dan trimester ketiga 13 minggu (minggu ke 28 hingga ke-40) (Prawirohardjo, 2009).
Periode antepartum adalah periode kehamilan yang dihitung sejak hari pertama haid terakhir (HPHT) hingga dimulai persalinan sejati. Sebaliknya, periode prenatal adalah kurun waktu terhitung sejak hari pertama haid terakhir (HPHT) hingga kelahiran bayi yang menandai awal periode pascanatal (Varney, 2007). Prenatal care merupakan suatu upaya persiapan dari suatu pasangan untuk menjadi orang tua dimulai dari persiapan kehamilan, persalinan, dan melahirkan bayi (Bobak, 2004).
            Untuk melakukan asuhan kehamilan/antenatal yang baik, diperlukan pengetahuan dan kemampuan untuk mengenali perubahan – perubahan yang terkait dalam proses kehamilan. Asuhan antenatal adalah upaya preventif program pelayanan kesehatan obstetrik untuk optimalisasi luaran maternal dan neonatal melalui serangkaian kegiatan rutin selama kehamilan (Prawirohardjo, 2009).

      Filosofi Asuhan Kehamilan
Menurut Saifuddin (2012), filosofi asuhan kebidanan meliputi :
1)      Proses kehamilan merupakan proses yang normal dan alamiah
2)      Pemberdayaan wanita dan keluarga dalam melaksanakan asuhan.
3)      Adanya otonomi klien dalam pengambilan keputusan.
4)      Tidak memberikan asuhan yang dapat menimbulkan penderitaan.
5)   Pemberian asuhan yang bertanggungjawab dan berorientasi pada kebutuhan klien.

     Tujuan Asuhan Kehamilan
Asuhan antenatal care memiliki beberapa tujuan, diantara lain :
1)     Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin.
2)     Meningkatan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan sosial ibu dan bayi.
3)  Mengenali secara dini adanya komplikasi yang mungkin terjadi selama kehamilan.
4)    Mempersiapkan kehamilan dan persalinan dengan selamat, baik ibu maupun bayi, dengan trauma seminimal mungkin.
5)  Mempersiapkan ibu agar masa nifas dan pemberian ASI eksklusif berjalan normal.
6)       Mempersiapkan ibu dan keluarga dapat berperan dengan baik dalam memelihara kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal (Saifuddin, 2012)

Referensi :
                        Bobak,. 2004. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Edisi 4. Jakarta : EGC.
                        Prawirohardjo, Sarwono. 2009. Ilmu Kebidanan. Edisi 4. Jakarta : Bina Pusataka.
                        Saifuddin, Abdul Bari. 2012. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan
                    Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono
                    Prawirohardjo.

0 komentar:

Posting Komentar