Pengertian dan Filosofi Asuhan Kehamilan
Pengertian
Asuhan Kehamilan
Kehamilan
merupakan suatu fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan
dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Kehamilan normal akan berlangsung
dalam waktu 40 minggu. Kehamilan dibagi dalam 3 trimester, dimana trimester
satu berlangsung dalam 12 minggu, trimester kedua 15 minggu (minggu ke-13
hingga ke-27), dan trimester ketiga 13 minggu (minggu ke 28 hingga ke-40) (Prawirohardjo,
2009).
Periode antepartum
adalah periode kehamilan yang dihitung sejak hari pertama haid terakhir (HPHT)
hingga dimulai persalinan sejati. Sebaliknya, periode prenatal adalah kurun
waktu terhitung sejak hari pertama haid terakhir (HPHT) hingga kelahiran bayi yang
menandai awal periode pascanatal (Varney, 2007). Prenatal care merupakan suatu
upaya persiapan dari suatu pasangan untuk menjadi orang tua dimulai dari
persiapan kehamilan, persalinan, dan melahirkan bayi (Bobak, 2004).
Untuk
melakukan asuhan kehamilan/antenatal yang baik, diperlukan pengetahuan dan
kemampuan untuk mengenali perubahan – perubahan yang terkait dalam proses
kehamilan. Asuhan antenatal adalah upaya preventif program pelayanan kesehatan
obstetrik untuk optimalisasi luaran maternal dan neonatal melalui serangkaian
kegiatan rutin selama kehamilan (Prawirohardjo, 2009).
Filosofi
Asuhan Kehamilan
Menurut Saifuddin (2012), filosofi
asuhan kebidanan meliputi :
1) Proses
kehamilan merupakan proses yang normal dan alamiah
2) Pemberdayaan
wanita dan keluarga dalam melaksanakan asuhan.
3) Adanya
otonomi klien dalam pengambilan keputusan.
4) Tidak
memberikan asuhan yang dapat menimbulkan penderitaan.
5) Pemberian
asuhan yang bertanggungjawab dan berorientasi pada kebutuhan klien.
Tujuan
Asuhan Kehamilan
Asuhan antenatal care memiliki beberapa tujuan,
diantara lain :
1) Memantau
kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin.
2) Meningkatan
dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan sosial ibu dan bayi.
3) Mengenali
secara dini adanya komplikasi yang mungkin terjadi selama kehamilan.
4) Mempersiapkan
kehamilan dan persalinan dengan selamat, baik ibu maupun bayi, dengan trauma
seminimal mungkin.
5) Mempersiapkan
ibu agar masa nifas dan pemberian ASI eksklusif berjalan normal.
6) Mempersiapkan
ibu dan keluarga dapat berperan dengan baik dalam memelihara kelahiran bayi
agar dapat tumbuh kembang secara normal (Saifuddin, 2012)
Referensi :
Bobak,. 2004. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Edisi
4. Jakarta : EGC.
Prawirohardjo, Sarwono. 2009. Ilmu Kebidanan. Edisi 4. Jakarta : Bina
Pusataka.
Saifuddin, Abdul Bari. 2012. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan
Maternal
dan Neonatal.
Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo.
|
0 komentar:
Posting Komentar